Cinderella [Chapter 2]


Cinderella

Title

Cinderella / 내 공주님

Author

Brenda Bella

Genre

Romance, Friendship

Cast

Seo JooHyun, Cho KyuHyun, Jung YunHo, Oh SeHun, Shim ChangMin

A/N

Annyeonghaseyo readers :) Author kembali lagi dengan ff yg sesuatu ini ._. Dan ff KDK itu mungkin besok publishnya. Hehe. Maaf yaak ._. Oke, mendingan langsung baca aja deh. Harap konsentrasi ya saat baca ff ini. Biar feelnya dapet ._.

Cinderella

“Siapa namamu?”

“Seohyun. Seo Joohyun.”

“Seohyun, kau mendapat peringkat pertama lagi!”

“Benarkah? Aaaaa!”

“Kakek.”

“Ha? Orang kaya?”

“Darimana kau kenal dengan beliau?”

“Tidak sengaja.”

“Ha? Asal kau tahu, beliau itu yang mempunyai yayasan Keimyung.”

“Ajeossi, hati – hati ya kalau menyetir.”

“….Eng.. I.. Iya.. Nona.. Sa.. Saya permisi dulu.”

“Hyeong, kau sedang suka seorang wanita ya?”

“Siapa Hyeong?”

“Dia siapa?”

“Oh. Dia Seohyun, orang yang menolongku barusan.”

“Kau masih tidak tahu diri ya? Kau ini dimana? Harusnya kau sadar! Di sini rumah anak laki – laki, kenapa kau berani ke sini? Kau mau menjual diri pada kakakku ya?”

“Kata – katamu yang justru murahan! Kau ini kenapa selalu marah padaku? Aku salah apa padamu?”

Chapter II

Kyuhyun menutup pintu ruangannya dengan kasar. Suara hentakan pintu cukup membuat telinga Seohyun sakit. Bantingan pintu tersebut sangat terasa di wajah Seohyun sampai tembus ke dalam hatinya.

Tiffany merangkul bahu Seohyun. “Jangan perdulikan kakakku itu.”

Seohyun membalasnya dengan senyuman.

♥♥♥

Malam hari yang sepi. Tidak ada bintang hanya ada bulan. Tapi, seorang laki – laki masih bertahan pada posisinya. Duduk di bangku taman belakang rumahnya dengan penerangan yang minim. Laki – laki itu memandang langit di atasnya cukup lama.

Kyuhyun. Sampai saat ini ia masih menunggu bintangnya. Bintang yang akan menerangi masa depannya kelak. Bintang yang akan selalu bersamanya dalam suka maupun duka. Untuk beberapa menit, Kyuhyun termenung. Memikirkan satu gadis yang tiba – tiba hadir dalam hidupnya.

“Kenapa kau ada disini?”

“Eng… Aku hanya tidak sengaja melihat kau bermain piano.”

“Kau masih tidak tahu diri ya? Kau ini dimana? Harusnya kau sadar! Di sini rumah anak laki – laki, kenapa kau berani ke sini? Kau mau menjual diri pada kakakku ya?”

Kyuhyun menyentuh pipinya. Rasa sakit akibat tamparan Seohyun tadi siang sudah mulai hilang. Kyuhyun sadar kalau ucapannya itu sangatlah keterlaluan. Rasa sakit dipipinya belum seberapa dengan rasa sakit dihati Seohyun akibat mulut pedasnya.

“Ahh.. aku tidak memikirkan gadis itu!” Gerutu Kyuhyun dalam hati.

Yunho memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Ia memperhatikan Kyuhyun lekat – lekat dari balik jendela rumah. Dalam hati, ia ingin mengakhiri perang dingin antara dirinya dengan Kyuhyun. Tapi, ego yang kuat mengalahkan keinginan batinnya itu.

“Dalam hidup ini hal tersulit itu adalah memaafkan.”

“Sebagai seorang kakak seharusnya kau mengalah. Bersikaplah dewasa.”

“Aku akan sangat bangga padamu, jika kau mau memaafkan orang itu terlebih dahulu sebelum orang itu minta maaf padamu.”

Yunho menghirup napas dalam – dalam. Ia teringat oleh perkataan Victoria dulu, saat mereka masih sangat dekat. Yunho sadar, satu – satunya orang yang bisa meluluhkan hatinya hanyalah Victoria. Gadis manis yang mampu merebut hatinya sejak SMP. Yunho berpikir sekali lagi, sampai akhirnya ia melangkah keluar dari rumah.

Kyuhyun menoleh menyadari ada yang baru saja duduk di sampingnya. Yunho melempar senyum, tapi Kyuhyun mengacuhkannya.

“Sudah. Jangan marah seperti itu. Kau tidak lelah apa?” Tanya Yunho tenang.

“Untuk apa Hyeong ke sini?” Balas Kyuhyun dingin.

“Hei.. Kenapa kau jadi dingin seperti ini?”

“…..”

Yunho terkekeh pelan. “Kau sedang memikirkan siapa? Seohyun atau Victoria?”

“Jangan sebut namanya, aku muak.”

“Jangan terlalu membenci orang. Nanti kau kena karma.”

Hyeong, kau ke rumah saja sana. Merusak suasana hatiku kalau kau masih di sini.”

“Hahaha.”

“Kyu.. Apa kau benar – benar mencintai Victoria?” Tanya Yunho memecahkan keheningan.

Kyuhyun tertegun. Dadanya berdebar – debar tak karuan saat Yunho menyinggung tentang Victoria. Wajah Kyuhyun tiba – tiba menjadi pucat.

“Aku tidak apa – apa jika kau serius dengan Vic.” Lanjut Yunho.

Kyuhyun menoleh, “Hyeong….”

Gwaenchana.” Yunho menarik sudut bibirnya. “Bukankah mencintai itu tidak harus memiliki?”

Bibir Kyuhyun terkunci.

“Walaupun Vic cinta pertamaku sejak dulu, tapi aku akan merelakannya kalau itu untuk adikku sendiri.”

Yunho menghela napas dengan lembut dan sabar.

“Aku tidak akan menganggu kalian. Aku harap kau tidak mengecewakanku Kyu.”

Kyuhyun masih diam.

Yunho tersenyum, bola matanya menatap langit semu, “Seohyun…” gumamnya.

Hyeong… Kau menyukainya?”

“Haha. Entahlah, aku bingung. Saat didekat anak itu, aku merasa nyaman. Untuk ukuran wanita, dia termasuk golongan anak yang seru dan ceria.”

Kyuhyun kembali diam. Aliran darahnya serasa berhenti mendengar ucapan Yunho.

“Hem.. Sudahlah, jangan bicarakan itu dulu. Aku sedang ingin berpacaran dengan adikku ini.” Kata Yunho seraya memeluk Kyuhyun dari samping.

“Ya! Hyeong, aku masih sehat.” Kyuhyun memberontak.

Yunho tertawa renyah, tangan kekarnya tetap bertahan memeluk Kyuhyun.

“Aaaa.. Hyeong..” Rengek Kyuhyun.

“Sudah diam saja.” Yunho semakin menguatkan pelukannya.

Kyuhyunpun menyerah. Ia tidak cukup kuat melawan kakaknya yang hobi fitness itu.

♥♥♥

“Past tense is different with present perfect…”

Penjelasan guru bahasa inggris sama sekali tidak diperdulikan oleh Kyuhyun. Ia malah menggambar kartun dibuku pelajarannya. Walaupun, sepertinya Kyuhyun tak memperhatikan tetapi nilai ujiannya selalu sempurna. Sangat jarang Kyuhyun mendapatkan nilai B.

Bel istirahatpun berbunyi. Mata Kyuhyun yang dari tadi semakin menyipit karena ngantuk, kembali melebar. Wajahnya berubah menjadi segar. Ia merenggangkan otot sejenak lalu bergegas mencari Victoria.

Tiffany melingkarkan lengannya dilengan Seohyun. Sehun berjalan mengekor di belakang kedua gadis itu. Tiffany yang melihat kakaknya pun menyapa.

Oppa!” Panggil Tiffany.

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia baru sadar, kalau dirinya berpapasan dengan Seohyun dan juga adik – adiknya.

Oppa, ayo makan.” Ajak Tiffany dengan senyum lebar.

Anni.” Kyuhyun melirik sinis Seohyun, “Aku tidak ingin satu meja dengan yeoja itu.”

Seohyun menunduk, tersenyum kecut atas perkataan Kyuhyun yang ditujukan untuknya.

Oppa, kau ini jangan kasar pada temanku.”

“Iya Hyeong... Pasti kau mau mencari Vic Ajhumma yaa?” Celetuk Sehun.

“Ah. Kau ini, diam saja kau.” Kata Kyuhyun sambil mengacak rambut Sehun.

“Ya! Hyeong.. Jangan menghancurkan gaya rambutku..” Rajuk Sehun sambil merapikan rambut coklatnya.

Kyuhyun tak menghiraukan, ia langsung melenggang pergi begitu saja. Sehun menelengkan kepala; heran dan juga bingung dengan sikap kakaknya yang sedikit labil itu. Kadang – kadang seru, kadang – kadang dingin.

“Manusia aneh..” gumam Sehun pelan.

“Ne?” Tak sengaja Seohyun mendengar gumaman Sehun.

“Sudah… Ayo jalan..” Tiffany menarik Seohyun dan Sehun berjalan menuju kantin.

Krystal menggenggam kuat – kuat sendok dan garpu ditangannya. Emosi didadanya kembali membara. Pemandangan indah yang tak jauh dari tempatnya,  membuat matanya sakit. Kali ini aku tak akan melepaskanmu, batin Krystal. Gadis itu mengulas senyum licik.

♥♥♥

Tiffany merangkul lengan Seohyun. Mereka keluar dari kelas bersama – sama. Sehun yang tertinggal di dalam kelas segera berlari menghampiri Tiffany dan Seohyun.

“Seohyun, kuantar pulang ya?” Sehun bertanya sambil berjalan terbalik (?) di samping Seohyun.

“Tidak usah. Aku bawa sepeda kok. Lagipula, aku mau langsung ke tempat kerja.” Sahut Seohyun lembut.

“Sepedamu biar Changmin yang urus, kau pulang bersama kami.” Tiffany melanjutkan disertai anggukan setuju dari Sehun.

Seohyun menggeleng, ia tersenyum hangat pada Tiffany dan Sehun. “Jangan merepotkan orang lain.”

“Tapi—” Tiffany mencoba protes.

“Fany, sungguh. Aku bisa pulang sendiri. Aku sangat berterima kasih kalian sudah mau mengantarku pulang. Tapi, aku bawa sepeda. Aku tidak mau merepotkan kalian.”

“Ya sudahlah. Kau hati – hati ya…” Sehun tampak putus asa.

Seohyun mengangguk. Tiffany melepas rangkulannya dari lengan Seohyun. Lalu, melingkarkan lengannya pada Sehun.

“Kami pulang dulu yaa..” Kata Tiffany bergegas bersama Sehun.

Krystal yang dari tadi berada tidak jauh dari tempat Seohyun berdiri pun tersenyum miring.

Saat Seohyun tengah mengayuh sepedanya. Tiba – tiba dari belakang, sebuah mobil sedan Hyundai dengan kecepatan tinggi menyenggol sepedanya. Seketika Seohyun kehilangan keseimbangan, sepeda yang ditumpanginya pun menabrak pohon dan ia terjatuh. Lututnya luka parah, sepeda kesayangannya hancur. Seohyun merintih kesakitan,  tapi air matanya sama sekali tidak menetes.

Yunho yang tidak konsen menyetir hampir saja menabrak pejalan kaki. Ia meminggirkan mobilnya. Jantungnya berdebar – debar sangat cepat. Keringat dingin bercucuran dipelipisnya. Ia merasakan firasat yang aneh saat memikirkan Seohyun.

“Seohyun..” Gumam Yunho dengan mata membulat.

“Kenapa perasaanku tidak enak seperti ini?”

“Aku harus menemuinya..”

Yunho menyalakan mesin mobilnya lagi. Ia menginjak pedal gas, merubah haluannya.

Baru sampai setengah jalan, apa yang dipikirkan Yunho benar – benar terjadi. Ia melihat Seohyun terkapar lemah dengan lutut yang luka parah. Yunho menghentikan mobilnya; menghampiri Seohyun.

“Seohyun..!” Panggil Yunho seraya memegangi punggung Seohyun.

Gwaenchana?” Tanya Yunho panik.

Oppa..” Rintih Seohyun. Kedua tangannya memegang sekitar lututnya yang luka.

“Kuantar kau ke rumah sakit sekarang.” Kata Yunho sambil menggendong Seohyun ke mobilnya.

Seohyun memegang lutut kaki kanannya yang sudah diperban. Ia mengulas senyum tipis karena sakit dilututnya sudah tidak begitu terasa. Yunho masuk ke dalam kamar rawat, sudut – sudut bibir lelaki itu tertarik ke atas. Seohyun mendangak, ia melempar senyum manis pada lelaki yang berdiri di depannya.

“Sudah tidak sakit kan?” Yunho duduk di depan adik kelasnya.

Seohyun menggeleng lembut. “Gomawo Oppa… Sudah menolongku…”

Lelaki yang dipanggil Oppa itu tersenyum. “Mau pulang sekarang?”

Seohyun mengangguk pasti. Yunho berdiri, ia merangkulkan lengan Seohyun ke lehernya. Dengan sangat hati – hati, Yunho membantu Seohyun turun dari ranjang dan memapah gadis itu keluar dari ruangan tersebut.

Luhan memasang wajah terkejutnya. Mulutnya menganga lebar melihat siapa yang berkunjung ke rumahnya. Seohyun, kakak Luhan. Melambaikan telapak tangannya di depan wajah sang adik.

“Luhan…” Panggil Seohyun dengan tangan melambai – lambai.

Luhan menggeleng, menyadarkan dirinya. Ia menoleh menatap kakaknya.

Noona, lututmu kenapa?” Tanya Luhan kaget.

“Tadi ada yang menyelakakan Noonamu.” Sahut Yunho apa adanya.

Seohyun menyikut lengan Yunho.

“Bantu aku masuk…” Kata Seohyun manja pada adiknya.

Luhan segera mendekat pada Seohyun, merangkulkan lengan kakaknya di lehernya. Yunho yang takut Seohyun jatuh, menggenggam tangan Seohyun erat. Seohyun menyunggingkan senyum manisnya

Gomawo Oppa..”

Yunho membalas senyuman gadis di depannya. “Aku pulang dulu ya?”

Luhan dan Seohyun mengangguk bersamaan. Tak lupa mereka mengucapkan ‘terima kasih’ untuk kesekian kalinya. Luhan memapah Seohyun dengan hati – hati menuju kamar sang kakak.

♥♥♥

Sehun melangkah malas ke ruang tengah lalu berbaring disofa. Seperti biasa, ia membaca komik kesukaannya, detektif conan. Yunho berjalan menuruni tangga. Ia duduk disofa yang letaknya berdampingan dengan sofa yang ditiduri Sehun. Raut wajahnya tampak cemas dan gelisah. Lelaki itu gusar sendiri di atas sofa, sampai – sampai menganggu konsentrasi Sehun yang tengah membaca komik. Tanpa basa – basi, Sehun melempar bantal berukuran kecil ke kakak pertamanya. Yunho tertegun, manik matanya menatap tajam Sehun.

“Kau menganggu konsentrasiku membaca Hyeong.” Ucap Sehun menjawab arti tatapan Yunho.

“Ya! Kau ini, aku sedang cemas kau malah menambah rusak suasana hatiku.” Sahut Yunho membalas perbuatan Sehun.

“Arra arra. Mianhe Hyeong.” Sehun bangkit dari tidurnya.

“……”

“Memangnya ada apa Hyeong?” Lanjut Sehun yang sudah duduk di samping Yunho.

Omo! Sejak kapan kau di sini?” Yunho terkejut.

Hyeong, kau melamun?” Sehun menatap Yunho innocent.

Anni. Kau tahu, tadi sepulang sekolah Seohyun kecelakaan. Dia jatuh dari sepeda karena menabrak pohon.”

Kyuhyun yang sedang berjalan menuruni tangga pun berhenti.

Kedua bola mata Sehun membulat. “Jinjjayo? Kalau begitu aku akan ke sana sekarang.” Sehun bergegas.

Yunho segera menarik adiknya untuk duduk lagi.

Wae?” Tanya Sehun kesal.

“Jangan malam ini. Biarkan dia istirahat. Kalau kau menjenguknya, akan membuatnya semakin lelah. Kau kan sangat cerewet.”

Haish!” Sehun menyilangkan kedua tangannya didada. Pipinya menggembung, bibirnya mengerucut; terlihat seperti anak kecil yang sedang ngambek karena tidak diberi permen oleh ibunya.

Yunho mencubit pipi Sehun. “Kau ini seperti anak kecil saja.”

“Hem.” Sehun membuang muka.

Yunho terkekeh, “Kau mau tahu kenapa Seohyun bisa menabrak pohon tidak?”

Sehun mengernyit, ia menimbang – nimbang. Sedetik kemudian ia menoleh pada Yunho.

“Bagaimana?” Tanya Sehun sinis.

Yunho terkekeh sejenak lalu mulai bercerita. “Seohyun bilang saat dijalan, tiba – tiba ada mobil yang sengaja menyerempet sepedanya. Dia kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pohon besar.”

“Ha?” Sehun menatap Yunho tak percaya.

“Mobilnya apa Hyeong?” Lanjut Sehun.

“Kata Seohyun… Hyundai…” Jawab Yunho dengan tampang mengingat – ingat.

Sehun diam sejenak, otaknya berpikir keras. Sepertinya ia tidak asing dengan mobil hyundai yang dimaksud kakaknya. Tiba – tiba terbesit tentang Krystal dibenaknya. Apa yeoja itu yang melakukan ini semua…, pikir Sehun.

Kyuhyun yang sejak tadi berdiri di tangga ternyata mendengarkan dengan baik percakapan antara kakak dan adiknya. Denyut jantungnya berdebar tak wajar. Tanpa ia sadari, ada rasa khawatir menyentuh batinnya.

to be continued

~♥~♥~♥~

Teaser of Chapter III

“Hyeong, mobilku eror. Aku lupa menservisnya kemarin.”

“Ah, aku tidak bisa mengantarmu. Aku harus menjemput Seohyun.”

“Nona, anda kenapa?”

“Tidak apa – apa”

“Nona Seohyun  kemarin kecelakaan Tuan.”

“Apa? Bagaimana bisa?”

“Kenapa kau di sini?”

“Saya bertugas menjemput Nona Seohyun, Tuan muda.”

“Terima kasih Ajeossi.”

“Sama – sama Nona.”

“Oh.. Kau rupanya..”

“Lututmu… Apa masih sakit?”

“Ajeossi, kenapa belum menikah?”

“Belum saatnya Nona..”

“Apa Ajeossi sedang menyukai seseorang?”

“Iya…”

“Siapa?”

“Kau kenapa Kyu?”

“Tidak apa – apa.”

“Aku…. ingin mengantarmu pulang.”

~♥~♥~♥~

Gimana readers? Ceritanya aneh atau tambah jelek? Atau kurang menarik? Kurang dapet feel? Kalau iya, saya minta maaf ya. Tolong kekurangan” yg ada di ff ini dikritik atau diberi saran. Supaya kedepannya bisa lebih baik lagi. Ohya, kalau kalian suka tinggalkan komentar ya sbg apresiasi kalian thdp ff ini. If you wouldn’t to leave a comment, you may click “like” and / or “vote”. Thank You ^^

About these ads

185 responses to “Cinderella [Chapter 2]

  1. Kasihan seo… untung nya gak knapa2..!
    Mungkin kh Kyu suka sma Vic?
    Kluarga Kakek Cho (Maksud nya cucu) nya Seperti pemain BBF … Tampannn semua°^
    Kereennn

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s